Letting go


Pertama kalinya perjalan pagiku tidak ditemani headset dan hentakan musik demi meredam bising jalanan, karena kita duduk bersebelahan. Aku takut kauingin mengobrol tapi aku tak dengar atau sesederhana ingin menikmati diam dengan sedikit usaha menebak isi kepalamu. Ini pagi terbaikku, ku katakan. Jika bukan karena sibuk menghalau rasa dingin, sudah kupastikan kau akan melihat mataku basah. Momen ini terlalu haru bagiku. Hatiku merasa hangat, jelas sekali afeksimu selalu lebih besar dari apapun. Sejak dulu. Lalu kenapa aku hanya fokus pada rasa sakit dan memilih menempatkan kebencian di atas kasihmu? Lalu di detik aku harus berhenti sedangkan kau masih harus bersandar lebih lama di tempat duduk membosankan itu, aku tahu ini saatnya untuk memaafkan. Membebaskan diri dari kebencian.


[setelah sudah mengendap lama di note sejak mei]

Komentar